Pencanangan Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan (Gempar) pada tanggal 24 Juli 2020 oleh Bupati Kulon Progo dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan khususnya lahan pekarangan untuk ditanami tanaman pangan. Sebagai tindak lanjut, kemudian dikeluarkan Instruksi Bupati Nomor 5 Tahun 2021 tentang Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan. Kemudian pada bulan Juli 2021 dikeluarkan surat edaran oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo untuk melakukan penanaman tanaman pangan secara serempak pada tanggal 23 – 31 Juli 2021 dalam rangka satu tahun Gempar. Pencanangan Gempar ini diikuti oleh 203 KWT (±6.090 Wanita Tani) di Kulon Progo khususnya dan seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Pelaksanaan Gempar ini juga sebagai persiapan bagi KWT se Kulon Progo dalam menghadapi lomba Gempar yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2021.

Tujuan pelaksanaan Gempar dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan Kulon Progo yaitu pemanfaatan lahan pekarangan secara lebih intensif sehinggal menjadi lahan produktif dalam penyediaan pangan dan gizi keluarga; peningkatan kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA); serta pengembangan ekonomi produktif keluarga yang dapat meningkatkan kesejahteraan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 dimana masyarakat dihimbau untuk tetap berada di rumah sehingga masyarakat memiliki lebih banyak waktu luang. Pandemi ini juga berdampak pada menurunnya pendapatan keluarga.

Meskipun aktivitas di luar rumah terbatas, namun pemenuhan gizi keluarga tetap harus terpenuhi. Oleh karena itu, pencanangan Gempar menjadi salah satu upaya tetap produktif selama pandemi. Lahan pekarangan yang ditanami secara intensif sehingga menjadi lahan produktif sebagai penyedia sumber pangan yang sehat bagi keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga khususnya untuk pangan.
Semangat “Bela–Beli Kulon Progo”
“Iso Nandur Ngopo Tuku”
“Iso Ngingu Ngopo Tuku”
“Iso Nggawe Ngopo Tuku”
(Fitria Ida Nurjanah, Bidang Pangan dan Penyuluhan)